Plasenta Kambing untuk Bahan Kosmetik

Tidak banyak yang tahu jika banyak perusahaan kosmetik menggunakan plasenta sebagai bahan untuk membantu menghilangkan kerutan pada kulit. Penggunaan plasenta sebagai bahan kosmetik ini pertama kali pada 1940- an. Beberapa perusahaan kosmetik menawarkan keunggulan plasenta kambing, yaitu memberikan efek hormonal dengan cara menstimulasi pertumbuhan jaringan dan menghilangkan kerutan di wajah.

Wacana penggunaan plasenta sebagai bahan kosmetik ini mulai surut kembali. Baru pada 1970-an ada perjanjian antara Kuba dan Prancis. Pada tahun itu Kuba mengekspor 40 ton plasenta manusia per tahunnya.

Pada saat yang sama, Dr Carlos Miyares Cao, yaitu ahli dalam Gynecology, Obstetric dan Farmakologi dan juga seorang professor dari Medical School, Universitas Kuba, Havana, melakukan penelitian serta menemukan suatu bahan yang dapat merangsang aktivitas pigmentasi kulit saat ia mempelajari metabolisme dari plasenta hidup di laboratoriumnya.

Menurut Dr. Carlos bahan yang terdapat pada plasenta tersebut dapat mengatasi penyakit kulit yang disebut sebagai vitiligo. Berdasarkan temuan Dr. Carlos ini, pada 1980-1982 ekspor plasenta manusia ke Perancis dihentikan. Inilah babak baru tentang penggunaan plasenta di Kuba. Kuba memulai memproduksi obat baru yang dikenal sebagai Melagenina yang merupakan obat yang didistribusikan hanya melalui resep.

Melalui lembaga Placental Histotherapi Center, Dr Carlos dan timnya membuktikan bahwa plasenta manusia memberikan efek yang cukup besar dalam mengurangi proses penuaan sel. Sejak itulah banyak perusahaan lain yang mengadopsi temuan baru itu. Apalagi dalam dunia pengobatan Barat, plasenta dianggap tidak lebih dari sekedar buangan rumah sakit.

Plasenta adalah organ yang berbentuk vascular yang berkembang di dalam uterus selama kehamilan. Merupakan penghubung antara kebutuhan janin calon bayi dengan ibunya. Karenanya plasenta merupakan bahan yang kandungan nutrisinya sangat kaya.

Plasenta mengandung hormon yang dapat menstimulasi jaringan pertumbuhan yang kemudian di klaim mampu menghilangkan kerutan jika digunakan sebagai bahan kosmetika. Dalam bahan ini terdapat larutan amniotik dan kolagen.
Sekarang ini, plasenta untuk kosmetika dapat berasal dari hewan (mamalia) seperti sapi, kambing,babi, dan manusia. Kandungan nutrisinya yang tinggi membuat plasenta menjadi suatu bahan primadona. Plasenta dalam bentuk ekstrak berfungsi untuk membantu meningkatkan kemampuan kulit menyerap oksigen, menstimulisasi metabolisme sel, dan meningkatkan reproduksi sel. Bahkan plasenta memiliki sifat immunostimulator.

Dari mana sumber plasenta yang beredar di pasaran? Sebuah perusahaan kosmetika di Australia mengklaim bahwa sumber plasenta yang digunakan dalam produk kosmetika mereka berasal dari biri-biri atau domba. Demikian juga dengan suatu perusahaan kosmetika di Taiwan menggunakan plasenta yang berasal dari kambing atau domba.

Lalu bagaimana dengan plasenta manusia? Apakah kemungkinan digunakan pada kosmetika yang beredar? Yang jelas dari suatu informasi, dikatakan bahwa perusahaan farmasi di Perancis mengimpor setiap tahunnya 360 ton plasenta dari rumah sakit untuk selanjutnya dimanfaatkan untuk membuat suatu protein, albumin, dan membuat enzim yang ditujukan untuk mengobati orang yang mengalami gangguan genetis.

Lalu kosmetik yang tiap hari kita gunakan sehari-hari ini dari plasenta apa ya? Anda tidak perlu lagi menjawab masalah itu, karena sekarang telah hadir di tengah-tengah kita kosmetik yang bukan berasal dari plasenta. Kosmetik susu kambing, yach itulah namanya. Namun di dalamnya ada beberapa produk untuk kosmetik dan kecantikannya. Untuk info lebih jauh klik di sini

Disarikan dari

http://koran.republika.co.id/berita/20541/Plasenta_Manusia_dalam_Kosmetik_Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *