Manfaat dan Cara Membuat Yoghurt dengan Susu Kambing Higoat

Yoghurt Susu Kambing Higoat

Seperti telah kita ketahui bersama bahwa Yoghurt merupakan bahan makanan yang berasal dari susu sapi, namun kita juga bisa membuatnya dengan menggunakan susu kambing. Yoghurt merupakan hasil pemeraman susu dalam bentuk mirip bubur atau es krim yang mempunyai rasa agak asam. Rasa asam dalam yoghurt disebabkan oleh fermentasi oleh bakteri-bakteri tertentu.

Cara pembuatan yoghurt telah mengalami perubahan jangka panjang dari berbagai pengalaman beberapa abad yang lalu. Yaitu dengan cara membiarkan  susu yang tercemar secara alami menjadi masam pada suhu tinggi, mungkin  sekitar 40-50°C.

Namun pada akhir-akhir ini banyak ditemukan bahwa yoghurt bisa dibuat  dengan menggunakan susu kambing, susu skim, full krim atau bahkan  dari kacang kedelai (lebih populer disebut dengan Soyghurt).

Keunggulan Yoghurt susu kambing adalah lebih mudah  dicerna di dalam perut jika dibandingkan dengan susu  biasa. Selain itu yoghurt juga memiliki khasiat untuk pengobatan  terhadap lambung  dan usus yang  terluka, kadar kolestrol di dalam darah dapat diturunkan  dengan mengkonsumsi yoghurt, sehingga dapat mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah  (atherosklerosis).

Yoghurt susu kambing sangat  cocok dikonsumsi oleh penderita defisiensi enzim laktase dalam tubuhnya (lactose intolerance), dalam kondisi demikian, tubuh tidak akan mampu mengubah laktose menjadi glukosa dan galaktosa. Kelainan ini mengakibatkan timbulnya sakit perut dan diare setelah mengkonsumsi susu.

Dengan mengkonsumsi yoghurt  susu kambing kondisi seperti ini bisa dihindari. Yoghurt susu kambing memiliki kandungan protein lebih daripada susu sapi, namun yoghurt memiliki lemak yang lebih rendah. Hal ini tentu sangat cocok dan bermanfaat bagi orang yang ingin melakukan diet.

Cara Membuat Yoghurt Susu Kambing

Prinsip dasar yang harus dipahami dalam pembuatan yoghurt adalah fermentasi susu. Yaitu dengan cara penambahan bakteri-bakteri  laktobacillus bulgaris  dan  streptoccus thermophillus. Dengan melakukan fermentasi , maka rasa yoghurt akan berubah menjadi asam, karena terjadi perubahan laktosa menjadi asam laktat oleh bakteri-bakteri tersebut. Jika anda ingin rasanya tidak terlalu asam, tambahkan  zat pemanis seperti gula ataupun sirup di dalamnya. Rasa manis ini juga bisa didapatkan dari buah-buahan seperti: strawberry, nenas, mangga, jambu, dan sebagainya.

Bahan-Bahan

  1. Bakteri starter  lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
  2. Susu Kambing segar atau susu kambing bubuk
  3. thermophillus atau dapat diganti dengan yoghurt  yang telah siap jadi sebelumnya.
  4. Flavour buatan (bila perlu)
  5. Gula atau sirup (bila perlu)

Alat-alat yang dibutuhkan

  1. alat pengaduk
  2. inkubator (bila tersedia)
  3. panci email
  4. kompor

Pada saat membuat yoghurt, anda tidak diperkenankan untuk melakukan hal yang lain. Anda harus fokus untuk mengerjakannya. Karena hal ini akan menjadikan yoghurt terkontaminasi oleh bakteri sehingga tidak memberikan hasil yoghurt yang baik. Atau bisa juga terjadi yoghurt rusak.

Nah apa yang menjadi ciri-ciri yoghurt yang rusak? Ciri-ciri yoghurt yang rusak adalah: encer, mempunyai bau yang menyimpang dari bau yoghurt atau membusuk, timbul gas, tumbuh jamur atau kapang pada permukaan yoghurt.

Langkah-Langkah Membuat Yoghurt Susu Kambing

  1. Susu kambing segar ataupun murni diencerkan dengan air hangat
  2. setelah benar-benar cair maka susu kambing bisa dimasak lagi sampai mendidih
  3. tambah susu skim bubuk dan gula 6-8% dari susu segar
  4. Aduklah hingga merata dan benar-benar pekat
  5. Dinginkan adonan hingga mencapai 45 derajad celcius dan tambahkan bakteri starter yoghurt
  6. Dimasukkan ke dalam botol steril atau gelas plastik
  7. Lakukan inkubasi 12-14 jam pada susu ruang
  8. YOGHURT sudah siap dihidangkan

Demikianlah sedikit tips membat yoghurt menggunakan susu kambing, mudah-mudahan bisa bermanfaat buat pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *