Kambing Apa yang Paling Cocok Dipelihara di Indonesia?

Berbicara tetang kambing, saya kira semua orang di Indonesia sudah mafhum. Karena makanan paling favorit di Indonesia adalah sate kambing. Mungkin anda tidak mengamini pendapat saya ini. Namun pada kenyataannya sate kambing bisa kita temui di seluruh pelosok negeri ini.

Nah jika berbicara tentang jenis-jenis kambing di Indonesia yang biasa dipelihara dan diambil daging dan susunya, tentu belum banyak orang yang tahu. Maka dari itu dalam tulisan ini akan saya sampaikan tentang berbagai jenis kambing yang biasa diternak dan diambil daging dan susunya di Indonesia. Nah supaya kita bisa membedakan dan mengetahui jenis-jenis kambing berikut kami paparkan jenis-jenis kambing.

1. Kambing Boer

Kambing jenis ini berasal dari Benua Afrika bagian Selatan. Kambing boer ini menurut beberapa pendapat, masuk ke Indonesia semenjak tahun 1950-an. Kambing adalah kambing pedaging terbaik di dunia. Maka dari itu, jika anda adalah seorang yang memiliki keinginan untuk bisnis kambing dengan memelihara di rumah, kambing boer adalah pilihan yang tepat.

Kambing boer ini pertumbuhannya sangat cepat. Pada usia lima sampai enam bulan setelah kelahirannya, berat badan kambing ini sudah mencapai 35-45 kg dan sudah siap untuk dipasarkan. Jika anda ingin memelihara sampai kambing ini dewasa kira-kira sampai usia dua atau tiga tahun, bobot badan kambing boer jantan bisa mencapai 120 kg. Luar biasa bukan?

Untuk mengenali bentuk kambing boer sangatlah mudah. Ciri-ciri fisik kambing boer adalah bertubuh panjang dan lebar, keempat kakinya sangat pendek, warna kulitnya cokelat, berbulu putih, berkaki pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, serta kepala berwarna cokelat kemerahan atau cokelat muda hingga cokelat tua. Beberapa kambing boer ada yang memiliki garis putih ke bawah di wajahnya. Kambing ini mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, dan memiliki daya tahan tubuh yang sangat bagus.

Sekarang ini kambing boer sudah banyak disilangkan dengan kambing lokal Indonesia. Istilah yang digunakan untuk kambing persilangan ini adalah “kambing boer bangsa murni”. Ini adalah sebutan secara umum oleh para peternak kambing yang digunakan untuk menamai keturunan kambing boer paling tidak lima keturunan dari silsilah sebelumnya. Kambing boerka adalah salah satu contoh persilangan antara kambing boer dengan kambing kacang.

Nah mudah kan untuk mengenali kambing boer ini. Sekarang jika anda adalah peternak kambing yang ingin usaha kambing pedaging, saya kira kambing boer atau keturunannya ini adalah pilihan yang tepat.

2. Kambing Anglo Nubian

Sesuai dengan namanya, kambing anglo nubian ini berasal dari daerah Nubia. Yaitu di daerah semenanjung di Timur Laut Afrika. Secara fisik, ciri-ciri kambing ini bobot tubuh cukup besar, telinga menggantung, dan ambing besar. Bulunya berwarna hitam, merah, cokelat, putih, atau kombinasi warna-warna tersebut. Bobot badan kambing jantan mencapai 90 kg dan kambing betina 70 kg.

Kambing ini sangat cocok buat anda yang ingin bisnis kambing perah. karena produksi susu bisa mencapai 700 kg per periode laktasi. Luar biasa bukan?

3. Kambing Gembrong

Kambing gembrong adalah merupakan keturunan kambing angora yang sudah menjadi ras tersendiri di Bali. Kambing ini kulitnya berwarna putih, jantan dan betinanya bertanduk, telinga rebah, serta bulunya lebat dan panjang. Kambing jenis ini lebih populer denganistilah kambing mohar.

Berat kambing gembrong bisa mencapai 32-45 kg/ekor. Jika anda berkeinginan untuk memelihara kambing ini, memang memerlukan waktu yang semi-intensif. Kambing ini bisa dilepaskan di perkaranangan rumah atau kebun dan malam harinya ia akan kembali ke kandang untuk tidur. Kelebihan dari kambing ini adalah perawatan yang lebih mudah ketimbang kambing yang lainnya.

4. Kambing Kacang

Disebut kambing kacang mungkin karena bentuknya yang mirip dengan kacang. Kambing ini adalah kambing asli Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Kelebihan dari kambing kacang ini adalah pada usia 15-18 bulan, sudah dapat menghasilkan keturunan. Kambing kacang adalah penghasil daging dan kulit.

Kelebihan lain dari kambing kacang adalah bersifat prolifik. Sifat inilah yang menjadikan kambing kacang ini sering melahirkan anak kembar dua atau tiga. Kambing kacang merupakan kambing yang lincah, dan tahan terhadap berbagai kondisi, serta mampu beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan baru.

Ciri-ciri fisik dari kambing kacang adalah kakinya cukup pendek. Sedangkan warna bulunya bisa beragam dari berwarna hitam, cokelat, putih, atau campuran ketiga warna tersebut.

5. Kambing Peranakan Ettawa (PE)

Kambing PE meruoakan kambing hasil persilangan antara kambing ettawa yang berasal dari India dengan kambing kacang (lokal). Kambing PE ini adalah penghasil daging dan susu yang baik. Susu kambing peranakan etawa ini banyak diburu oleh orang-orang yang tidak suka dengan susu sapi.

Secara fisik, kambing PE ini mirip dengan kambing ettawa, namun tubuhnya lebih kecil. Peranakan etawa yang penampilannya mirip dengan kambing kacang disebut bligon atau jawarandu. Kambing ini lebih cocok dikonsumsi dagingnya.

Ciri-ciri yang lain dari kambing PE adalah bentuk muka yang cembung dan melengkung. Sementara dagunya berjanggut, terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh dari sudut janggut, telinga panjang, lembek, menggantung, dan ujungnya agak berlipat.

Ujung tanduk agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak ke belakang sedangkan bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung, dan paha. Kambing ini juga memiliki bulu paha panjang dan tebal.

Nah kini anda telah mengetahui beberapa jenis kambing yang banyak dipelihara dan dikembangkan di Indonesia, sekarang terserah anda mau memilih bisnis kambing dan bisnis susu kambing yang mana? Mudah-mudahan tulisan ringan ini bisa menjadi pertimbangan anda dalam menentukan bisnis yang cocok buat anda.

Disarikan dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *