Bagaimana Cara Mencegah Alergi Susu Sapi?

Mungkin anda atau anak anda sedang mengalami alergi terhadap susu sapi. Jangan panik dahulu, ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk mengatasi atau mencegah alergi susu sapi. Sebelum anda alergi, akan lebih baiknya jika anda melakukan pencegahan lebih dini.

Dalam sejumlah fakta, mengkonsumsi susu sapi memang rentan terhadap alergi. Namun sebelum anda terkena alergi, harus dilakukan pencegahan sejak dini. Pencegahan dilakukan sebelum timbulnya sensitisasi protein susu sapi, yaitu sejak intrauterin.

Cara menghindari kondisi ini bisa dilakukan dengan cara mengkonsumsi yang memiliki label hipoalergenik. Yaitu susu sapi yang dihidrolisis secara parsial untuk merangsang timbulnya toleransi susu sapi di kemudian hari. Namun bila sudah terlanjur terjadi sensitisasi terhadap protein susu sapi atau sudah terjadi manifestasi penyakit alergi, maka harus diberikan susu sapi yang dihidrolisis sempurna namun tidak banyak dijual di toko-toko.

Jika anda kesulitan untuk mencari susu sapi yang telah dihidrolisis sempurna, maka anda bisa mengkonsumsi susu kedelai. Namun susu kedelai tidak mampu mengobati alergi anda. Yang paling pas bisa mengobati alergi susu sapi adalah susu kambing hi goat. Susu kambing sudah dikenal lama bisa mengobati berbagai macam penyakit, termasuk alergi terhadap susu sapi ataupun makanan.

Alergi terhadap susu sapi bisa menyebabkan alergi terhadap makanan lain di kemudian hari. Selain itu juga bisa menyebabkan kerusakan saluran pencernaan. Maka dari itu diperlukan pencegahan dan penanganan yang berkesinambungan.

Secara umum pencegahan terhadap alergi susu sapi bisa dilakukan dalam 3 tahap, yaitu:

1. Pencegahan primer

Pencegahan ini bisa dilakukan sebelum terjadi sensitisasi pada penderita. Pencegahan bisa dilakukan sejak prenatal. Yaitu dengan mengkonsumsi susu sapi hipoalergenik, yaitu susu sapi yang dihidrolisis secara parsial. Hal ini perlu dilakukan agar dapat merangsang timbulnya toleransi susu sapi di kemudian hari. Tindakan lain yang bisa dilakukan adalah dengan cara melakukan preventif terhadap makanan atau minuman yang bisa menyebabkan alergi. Atau dengan cara mengkonsumsi susu kambing, karena dengan mengkonsumsi susu kambing kita akan terhindar dari alergi susu atau makanan yang lainnya.

2. Pencegahan sekunder

Pencegahan sekunder biasanya dilakukan pada saat setelah terjadi sensitisasi, namun belum sampai terjadi manifestasi penyakit alergi. Sensitisasi bisa diketahui dengan cara melakukan pemeriksaan IgE spesifik dalam serum atau darah tali pusat, atau dengan uji kulit. Biasanya tindakan yang paling optimal bisa dilakukan adalah usia 0 sampai 3 tahun. Cara pencegahan kalau sudah dalam kondisi ini adalah dengan cara mengkonsumsi susu sapi non alergenik, yaitu susu sapi yang dihidrolisis sempurna, atau pengganti susu sapi misalnya susu kedele dan susu kambing higoat yang sudah terbukti kualitasnya sebagai susu terbaik setelah ASI.

Selain itu, dalam beberapa penelitian, pemberian ASI secara ekslusif terbukti dapat mengurangi resiko alergi. Selain itu juga bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian imunomodulator, Th1-immunoajuvants, probiotik. Tindakan ini bertujuan mengurangi dominasi sel limfosit.

3. Pencegahan Tersier

Pencegahan tersier dilakukan pada saat anak sudah mengalamisensitisasi dan menunjukkan manifestasi penyakitalergi yang masih dini. Misalnya dermatitis atopikatau rinitis tetapi belum menunjukkan gejala alergiyang lebih berat seperti asma. Jika kondisinya seperti ini maka tindakan yang bisa dilakukan yang paling optimal adalah pada usia 6 bulan sampai 4 tahun. Pencegahan tersier juga bisa dilakukan dengan cara memberikan susu sapiyang dihidrolisis sempurna atau pengganti sususapi. Pemberian obat pencegahanseperti setirizin, imunoterapi, imunomodulatortidak direkomendasikan karena secara klinis belum terbukti bermanfaat. Atau dengan mengkonsumsi susu kambing higoat. Susu kambing higoat ini terbukti bisa mengatasi gangguan pencernaan dan alergi terhadap susu sapi.

Dirangkum dari berbagai sumber

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *